Kau Nurani

Kehangatan hati meninggi
Darah mendidih deras berlari
Panas, melumat nadi-nadi

Kau
yang tersemai di ladang hati

Kau
bersemi di hati tak mau lagi

Jauh engkau pergi
sejuk hati sulit kembali
Malah, panas bertambah
semua gerah

Lama engkau pergi
Darah mengalir tak terkendali

Kau
bersemayam di mana kini!?

Hati tercobak-cabik, rusak
Kautempati sudah tak layak

Hati penuh memar luka bakar
Kau menghindar tak terdengar kabar
Padahal, engkau satu-satunya penawar

0 komentar:

Poskan Komentar

Harap memberi komentar yang sopan.

 
Rumah Sastra © 2009 | Diperkuat oleh Blogger | Disain oleh Matematika Anak Sekolah | RSS: Posting-Komentar