Kehangatan hati meninggi
Darah mendidih deras berlari
Panas, melumat nadi-nadi
Kau
yang tersemai di ladang hati
Kau
bersemi di hati tak mau lagi
Jauh engkau pergi
sejuk hati sulit kembali
Malah, panas bertambah
semua gerah
Lama engkau pergi
Darah mengalir tak terkendali
Kau
bersemayam di mana kini!?
Hati tercobak-cabik, rusak
Kautempati sudah tak layak
Hati penuh memar luka bakar
Kau menghindar tak terdengar kabar
Padahal, engkau satu-satunya penawar
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)


0 komentar:
Poskan Komentar
Harap memberi komentar yang sopan.