Aku Tak Tahu

Rumah Sastra: Aku tak Tahu
Ombak mengalun debar-debur
melambaikan lentik tangannya
Mengajak
Merayu
Mengharap aku
pergi bersama menjamah samudera

Ombak menggunung kejar-mengejar
mendekati aku
bergantian merayu
bisikkan untaian harapan maya
pudarkan khayalku tentang surga

Kudiam berdiri
Ia membelai telapak kaki

Kuhampiri
ia berlari

Kukejar
ia menghindar

Coba kurengkuh
Ia menjauh

Semakin kuturut
semakin aku takut

Tanpa kusadari
Aku di tengah lautan, kini

Kuterapung
dalam bingung

Tak tahu tujuan pasti
Aku lupa tujuan pasti

Ombak bergulung
Menerkam
Menikam
Menghantam

Bila diam
aku pasti tenggelam

Ingin pergi
Aku tak mampu lari

Aku tak tahu asal
Aku tak tahu tujuan

6 komentar:

reno mengatakan...

bagus.....dalamnya bahasa jiwaaaaaa...

bening mengatakan...

apalagi aku... mene ketehek (he he he...)
gmana seh biar bisa nulis puisi keren gini
bagi2 resep dongggg

Wafiq mengatakan...

@reno: Dalam banget emang, saat membuatnya ja saya sampai kelelep.. hiiihiiiiii thanks..
@bening: Yuk kita nyari sama2 biar sama2 tahu

trus melangkah.. mengatakan...

kenapa sih klo bikin puisi susah dimengerti..
kita yg baca jdi bingung sendiri
cuma bisa nebak2 aja..
heheheh..=D

Wafiq mengatakan...

@Trus Melangkah: Susah, ya? Sama. Saya saja juga sudah susah memahami isi puisi-puisi saya. Kadang sudah lupa maksud awal menulis puisi tersebut. Maklum, hampir semua puisi-puisi di sini saya buat saat masih SMA, sekitar 3 tahun lalu. Heeeheeeee.... Dan sekarang saya sedang melakukan peremajaan terhadap puisi-puisi saya ini ....

bening mengatakan...

lagi bingung ya, cari pegangan aja he he he...(becanda ding)
keep posting sob, puisi mah gak ada basinya, mau dibuat 3 tahun yg lalu ato 10 tahun jg gpp kok, tetep keren

Poskan Komentar

Harap memberi komentar yang sopan.

 
Rumah Sastra © 2009 | Diperkuat oleh Blogger | Disain oleh Matematika Anak Sekolah | RSS: Posting-Komentar