Angin

Rumah Sastra: Angin
Berhembus
menebar kelam nan mencekam
menyayat pilu nan membeku

Bertiup
kencang
Menerjang tangguh pintu gerbang


Menyelinap
lewati lengah celah hati
Bawa lari bahagia diri

Membelai tanpa rupa
Menyapa
memaksa jiwa membuka mata

Pergi
Bawa jiwa-jiwa renta
Tinggalkan sisa raga papa

Menjauh berlari
Dedaunan, saat kau datang bernyanyi suci
kini berhenti, sedih, sepi

1 komentar:

bening mengatakan...

pertamaxxxxxxxxxxxxxxxxx
selalu, he eh eh...
hemmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm....always great

Poskan Komentar

Harap memberi komentar yang sopan.

 
Rumah Sastra © 2009 | Diperkuat oleh Blogger | Disain oleh Matematika Anak Sekolah | RSS: Posting-Komentar