Selalu Merindu

Rumah Sastra: Selalu Merindu
Kau….
Aku tak tahu

Sayup sayu
rayuanMu terlantun merdu
berdendang kuasai ingatanku

Membawaku menelusuri mesra garis telapakMu

Lembut kata-kataMu
mengalir suci
memenuhi seluruh aliran nadi
Meniti kaki tapaki tali cinta hakiki

RupaMu
SuaraMu
Masih belum kutahu

PanggilanMu menggelegar setiap waktu
Menggetarkan dinding-dinding kalbu
Mengarahkan langkah bertamu ke rumahMu
Tapi, tak jua bertemu

Kau….
Belum juga kutahu

MencariMu
Yang selalu kurindu

10 komentar:

jase mengatakan...

menenangkan hati :)

HerRI mengatakan...

Semakin sering mendekatkan diri pada-Nya, InsyaAllah akan "bertemu" dengan Nya. Nice poem.

sawal tuhusetya mengatakan...

lirik yang reflektif dan religius, mbak najwa. mengingatkan puisi "doa"-nya Chairil Anwar.

Wafiq mengatakan...

@Jase: Amiin...Mudah2an benar2 menenangkan dan menerangi hati
@HerRi: Yup! Harus sering2 mendekatkan diri dan jangan pernah menginggalkanNya, ya Bang.
@Sawal Tuhusetya: oooɥן uǝןnʇ 2ıʞɐן ɐʎɐs ɐɐɐɥɐɐɐɥ :-P ˙ ןɐʍɐs ɥɐqɯ 'ɥɔıs „ʞɐqɯ„ ƃuɐןıqıp ıuıƃǝq 2ƃuǝʇuɐƃ ɐsɐɯ

rizka mengatakan...

ingin rasanya dapat berkhalwat dengan-Nya
menangis dalam lembut kasih-Nya..

wi3nd mengatakan...

jadi merindu ju9a neeh.. :'(

Lah kik maLah curhat.... :-D

-teRJaGa- mengatakan...

Engkau,,
hatiku rindu..

the.way mengatakan...

gerimis ini adalah butiran rindu..
jatuh runtuh berbalut hitam..

kurniawana mengatakan...

jadi inget ibuku... :'(

Ali Apip mengatakan...

puisinya bagus...

Poskan Komentar

Harap memberi komentar yang sopan.

 
Rumah Sastra © 2009 | Diperkuat oleh Blogger | Disain oleh Matematika Anak Sekolah | RSS: Posting-Komentar